Pangkalpinang, truthnews.id – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menargetkan penguasaan kembali hingga 3 juta hektare lahan bermasalah pada Agustus 2025. Target Satuan Tugas bentukan Perpres No 5 tahun 2025 ini merupakan kelanjutan dari capaian sebelumnya, di mana Satgas PKH telah mengamankan lebih dari 2 juta hektare lahan antara Februari hingga Juni tahun ini, Jumat 24 April 2026.
Selain itu, pada praktek lapangan banyak kejadian yang saat sekarang situasinya sudah berubah sama sekali. Apalagi setelah terbitnya Peta Kawasan Hutan SK.Menhut No.6614 Tahun 2021.
“Jadi kalau di kami ini tupoksinya hanya sekedar mendata saja sifatnya. Tapi kalau ada informasi dari media soal beberapa kawasan kebun sawit yang masuk ke kawasan hutan tentu kami akan meneruskan ke pihak Kementerian Kehutanan,” kata pejabat lama Kepala KPH Sungai Sembulan, Mardiansyah pada Juli 2025 yang lalu.
Sementara itu, info terbaru yang berhasil disusun awak media ini adalah, makin masifnya aktifitas penambangan ilegal di dalam kawasan terlarang Hutan Produksi di Desa Nadi Lubuk Besar Bangka Tengah.
“Masih, masih pak, ini saya lagi ngecam tanah,” sebut seorang pekerja tambang timah ilegal dalam kawasan hutan produksi desa Nadi dengan background latar suara mesin dompeng yang berdentum.
Tak hanya itu, media pun berhasil mendapatkan potongan video pendek berdurasi tujuh belas detik dari reporter lapangan. Dimana dalam video yang tayang tadi ada setidaknya empat ponton isap bermesin dompeng sedang bekerja menggangsir desposit pasir timah dalam kawasan hutan terlarang.
“Yang dimana? Saya sudah stop kemarin. Coba dicek lagi yang pasti, kalau memang jalan,” sanggah SYM, orang yang disebut pekerja sebagai bos aktifitas ilegal tersebut.
Ketika dikonfrontir soal temuan serta bukti digital milik reporter lapangan terkait aktif bergeraknya kembali penambangan ilegal di desa nadi, SYM justru berkilah dengan menanyakan identitas wartawan.
“Kamu lagi dimana? Oh kantor, dimana kantornya? Statement yang dikutip? Gak ada,” kata SYM dalam percakapan wawancara dengan media ini Jumat siang sekira jam 11:13 wib.
Terakhir, pejabat baru yang bertugas di Kantor KPHP Sungai Sembulan, OSK ketika dikonfirmasi soal temuan pihak media mengapresiasi info akurat ini dan berjanji akan segera menindaklanjuti dengan sidak lapangan.
“Waalaikumussalam, pertama kami mengapresiasi informasi dari media dan segera kami berjenjang laporkan ke pimpinan untuk dilakukan sidak,” tulisnya dalam dinding pesan whatsapp jam 13:50 wib. (Red)
