Hidayat Arsani Dijadikan Sasaran Isu Tanpa Fakta, Pemerintah Provinsi Minta Publik Bijak Terhadap Fitnah

Berita, DAERAH41 Dilihat

Pangkalpinang, truthnews.id – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, kembali menunjukkan sikap dewasa dan penuh ketenangan saat menghadapi rangkaian isu tidak berdasar yang kembali diarahkan kepada dirinya. Setelah sebelumnya diterpa berbagai fitnah terkait isu aksi PT Timah hingga kabar utang ratusan miliar yang belakangan terbukti tidak benar, kini muncul lagi desas-desus baru mengenai dugaan utang pada sebuah toko bangunan.(10/12/2025)

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung memastikan bahwa tidak satu pun dari isu tersebut memiliki dasar informasi yang jelas. Seluruhnya disebarkan tanpa verifikasi, tanpa konfirmasi kepada pihak resmi, dan sering kali hanya berupa kabar yang sengaja digulirkan untuk menciptakan kesan negatif.

Meski begitu, Gubernur Hidayat Arsani memilih untuk tidak membalas dengan emosi. Beliau kembali menegaskan bahwa dirinya tetap fokus bekerja, sekaligus mengingatkan pihak-pihak yang gemar memanfaatkan namanya dalam berbagai narasi yang tidak benar.

Dalam pernyataan resmi, beliau menyampaikan pesan yang menyejukkan:

“Saya ingin menyampaikan kepada siapa pun yang sering membawa-bawa nama saya dalam isu yang tidak benar—berhentilah mengatasnamakan saya untuk kepentingan yang tidak baik. Saya tidak pernah menaruh dendam kepada siapa pun. Tapi saya berharap, marilah kita saling menjaga kejujuran. Saya ini bekerja untuk masyarakat, bukan untuk menanggapi fitnah.”

Beliau juga menambahkan:

“Kalaupun ada perbedaan pandangan, mari sampaikan dengan cara yang baik. Jangan membuat cerita yang tidak pernah saya lakukan. Saya percaya masyarakat bisa menilai mana yang fakta, mana yang sekadar kabar angin.”

Narasi ini sekaligus membuktikan bahwa Hidayat Arsani tetap mengedepankan kedewasaan, etika, dan keteduhan hati, meskipun berulang kali menjadi sasaran rumor yang tidak terverifikasi.

Pemprov Babel juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi. Langkah tabayun dan klarifikasi dinilai sangat penting agar opini publik tidak dibangun dari kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah berbagai isu yang diarahkan kepada dirinya, Gubernur Hidayat Arsani justru semakin menegaskan komitmennya:

“Selama saya diberi amanah memimpin daerah ini, saya akan terus bekerja. Fitnah boleh datang, tapi kerja nyata tidak bisa disembunyikan.”

Sikap tenang dan elegan tersebut menjadi cerminan karakter pemimpin yang lebih memilih menjawab fitnah dengan kinerja, bukan dengan konflik.